Senin, 04 Juni 2012

Pada Sebuah Masa

Jika perubahan terjadi hanya dalam sedetik, apakah siap?
    Sebenarnya aku bukan orang yang sungguh-sungguh terencana. Secara garis besar aku tahu apa yang aku tuju. Tapi ya itulah...masalahku ada dua: aku ini pelupa, jadi sering lupa bahkan pada garis besar tujuan. Wedew... Selain itu, karena rasanya aku tidak nyaman terikat. Mungkin keduanya berhubungan... isn't it?
Tapi betul kata bunda, aku ini harus memiliki program. Aku ini laki-laki, harus bisa menentukan dan berani memutuskan, serta fokus. Tapi apa ini cuma masalah laki-laki? Mungkin tidak...dasar budaya!
    Padahal menurutku hidup ini bagai samudera. Mengombak, mengalun, mengalir ... tenang, menghanyutkan, bergelora. Itulah hidup. Tidak semua tenang, tidak semua mengalir, tidak semua menghanyutkan. Kadang bergelora, berombak, bahkan badai datang menenggelamkan. Kadang gelap...membuat aku takut berlayar. 
     Tapi itulah hidup, sebuah gambling yang beresiko, sukses atau gagal. Itulah dinamika hidup. Hidup yang menarik untuk dijalani... Tapi meskipun demikian, ternyata aku masih mereka-reka rencana. Minimal rencana yang umum. Jika tanpa rencana atau ada perubahan mendadak, maka kacau juga pasti hidup ini.
Meski sepakat dengan Nietzche, hidup menurutku bagai kapal di atas samudera. Kapal yang kadang berlabuh dengan tentram. Berlabuh di kebenaran yang diyakini. Berlabuh di aturan masyarakat yang dikumandangkan. Berlabuh dalam agama yang menentramkan. Namun hidup bukanlah berlabuh. Hidup adalah berlayar, kadang terapung, kadang terombang-ambing, kadang melaju...kadang badai. Itulah hidup. Dan saat kita lelah, kita berlabuh, kita ber-pulang... Bukankah itu hidup? Hidup adalah bertanya, hidup adalah eksperimen.
   Tapi jika semua berubah dalam sedetik, ngeri juga... Tapi bukankah perubahan adalah sebuah 'blink', sesuatu yang sekejab, meski sudah dipikirkan dan dipertimbangkan?? Bahwa Y putus dengan  adalah sebuah kejadian sesaat dan sekejap...Tapi, secara teori apa aku siap? wedew, ngeriiiii....

   Sepertinya aku dituntun ke arah ini. Let it flow...Terus semangat! Jangan takut!! Tetap tersenyum!!! Hidup ini mengalir, bersikaplah berani. Hidup ini bergejolak, hadapi! Hidup ini melaju, bersemangatlah!

   Aku akan coba. Memberanikan diri, membuka diri.

    Hari ini dimulai dengan tugas. Ternyata aku lupa menyelesaikan satu nilai. Rasanya semua orang sudah berlenggang, aku merasa demikian juga. Ternyata, seperti biasa, aku lupa sesuatu...:) Yakin belum tentu benar, tenang belum tentu aman. Ternyata aku belum selesai membuat komen satu grade...
    Membuat komen bukan sesuatu yang gampang untukku. Bukan hanya karena komen itu harus bernada positif dan menyemangati, tapi lebih dari itu, karena mengingat nama adalah perjuangan bagiku. Nana, Ninik, Nono, Nanung...yang mana itu ya...aku mencoba mengingat-ingat. Perasaanku semua anak sama di hadapanku, ganteng, cantik, putih, rambut lurus. Entah yang mana nama anak itu.
    Kalau aku diskusi dengan beberapa teman, dengan caraku, aku temui bahwa aku sering salah anak. Kupikir Nana ternyata Ninik. Aku mencoba bersikap tenang, dan mencari tahu dengan caraku. Kadang aku mendekati teman hanya untuk bertanya bagaimana kabar anak kelas X. Waktu dia bercerita aku sering menyela sok tahu sambil mencari tahu siapa saja tokoh-tokoh yang diceritakan. Dari situ aku mencoba membuat komen buatanku.
    Bukan karena tidak perhatian, aku sering melupakan hal-hal detail. Celakanya, hal detail itu yang selalu mengejarku. Bayangkan besok aku harus mengumpulkan komen itu. Sekarang aku berjuang dan harus berjuang. Terus berjuang. Terus mengingat. Pasti bisa!
Memang hidup ini proses mengingat dan melupakan. Semoga aku selalu mengingat hal yang penting untuk diingat dan melupakan sisanya. Semoga 'ingat'ku dan 'lupa'ku mengubah hari-hariku ...hehehe. Semangat ahhhh!!

Minggu, 03 Juni 2012

SEKALI LAGI…PENCARIAN
 
Judul                    : Madre: Kumpulan Cerita
Pengarang            : Dewi Lestari, Dee
Tahun Terbit          : 2011
Penerbit                : Bentang Pustaka Jakarta
Jumlah Halaman    : 160 hal

"Apa rasanya kalau hidup kita berubah dalam sesaat?"

    Seperti biasa, Dee menulis buku sebagai sebuah bentuk pencarian yang terbuka. Terbuka terhadap ilmu baru, terhadap pesan baru, terhadap kritik dan terhadap pembaruan. Tema-tema yang diusung bukanlah tema percintaan, tetapi sebuah petualangan hidup, sebuah pencarian yang tidak kunjung berakhir.
Dalam kisah pertama buku Madre, Dee mengisahkan ‘temuan’nya tentang Madre, sebuah  ‘indukan’ adonan roti.  Jujur, baru saya tahu ada ‘indukan’ seperti itu, yang menjadi bahan roti yang biasa dibuat (Aku tidak tahu apa Dee juga baru tahu dalam pencariannya ..hehe..). Sebab itu pencarian ini menjadi unik dan menarik untuk disimak. Dari pencarian roti, menuju pencarian kesuksesan pekerjaan sampai pencarian cinta. Alur cerita mengalir begitu saja. Dan seperti kisah-kisah Dee (bagi para pembaca Dee yang setia, dapat mulai menebak menuju ke mana pencarian ini).
    Model pengisahan ini berulang pada cerpen-cerpen yang lain: Have You Ever, Semangkuk Acar untuk CInta dan Tuhan, Guruji, Menunggu Layang-Layang. Pencarian yang ternyata ditunjukkan dengan cara yang sederhana, mengagetkan, dan memiliki jawaban yang tidak jauh dari diri mereka. Have You ever, sebuah pencarian cinta yang ternyata ditunjukkan di sebuah mercusuar, melalui bintang selatan, bersama seorang sahabat. Semangkuk acar yang berbicara tentang tafsir yang lepas dari sang pembicara, ketika mereka berbicara tentang Tuhan dan Cinta yang dijelaskan melalui sebuah acar: terasa tetapi tidak tampak… Guruji yang menunjukkan pencarian jatidiri yang senantiasa rentan dengan perubahan, bahkan perubahan yang bisa dijelaskan sekalipun. Layang-layang yang mengarah kepada pencarian cinta, bagai layang-layang yang bebas tapi terikat, tidak lepas meski merasa lepas.
    Dalam beberapa puisinya pun, Dee menuliskan pengalaman pribadinya yang ‘sehari-hari’. Kaya akan perenungan dalam sebuah alur hidup biasa.
    Perenungan hidup, menurutku itu adalah kekuatan tulisan Dee, adalah sesuatu yang lepas tapi terikat. Sebuah tension, tegangan yang tidak pernah berakhir. Penuh resiko, penuh dengan semangat. Hidup itu bisa. Hidup memang tampak biasa, dan memang biasa. Tapi dalam hal yang biasa itu ada hal yang bisa didalami. Hal yang menarik ketika diteliti, seperti fungi (nantinya akan dikupas dalam Supernova: Partikel), Madre, kebetulan, pribadi, cinta, persahabatan…diulas dengan jujur dan apa adanya. Tanpa pengaruh agama (adakah? Mungkinkah ini bentuk kepercayaan, karena menurut beberapa ahli ternyata tidak ada hal yang kita lakukan terlepas dari ‘believe’. Seperti diakui Dee, inilah New Age?!) yang mengikat dan tampak menakutkan, Dee mengisahkan pencarian dalam samudra kehidupan yang luas dan kaya.
    Tentunya, tema-tema ini menarik. Hanya saja dalam sebuah tegangan diri, sebagai pembaca, kadang diri ini perlu diperkaya dengan bentuk-bentuk yang lain. Tidak hanya satu model, tapi diperkaya dengan model lain. Sebuah tegangan antara tertarik pada tulisan Dee sekaligus bosan. Tapi bukankah itu hidup? Sebuah pencarian yang tidak berakhir … yang terbuka pada segala kemungkinan. Mari berlayar!!