SEKALI LAGI…PENCARIANJudul : Madre: Kumpulan Cerita
Pengarang : Dewi Lestari, Dee
Tahun Terbit : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka Jakarta
Jumlah Halaman : 160 hal
"Apa rasanya kalau hidup kita berubah dalam sesaat?"
Dalam kisah pertama buku Madre, Dee mengisahkan ‘temuan’nya tentang Madre, sebuah ‘indukan’ adonan roti. Jujur, baru saya tahu ada ‘indukan’ seperti itu, yang menjadi bahan roti yang biasa dibuat (Aku tidak tahu apa Dee juga baru tahu dalam pencariannya ..hehe..). Sebab itu pencarian ini menjadi unik dan menarik untuk disimak. Dari pencarian roti, menuju pencarian kesuksesan pekerjaan sampai pencarian cinta. Alur cerita mengalir begitu saja. Dan seperti kisah-kisah Dee (bagi para pembaca Dee yang setia, dapat mulai menebak menuju ke mana pencarian ini).
Model pengisahan ini berulang pada cerpen-cerpen yang lain: Have You Ever, Semangkuk Acar untuk CInta dan Tuhan, Guruji, Menunggu Layang-Layang. Pencarian yang ternyata ditunjukkan dengan cara yang sederhana, mengagetkan, dan memiliki jawaban yang tidak jauh dari diri mereka. Have You ever, sebuah pencarian cinta yang ternyata ditunjukkan di sebuah mercusuar, melalui bintang selatan, bersama seorang sahabat. Semangkuk acar yang berbicara tentang tafsir yang lepas dari sang pembicara, ketika mereka berbicara tentang Tuhan dan Cinta yang dijelaskan melalui sebuah acar: terasa tetapi tidak tampak… Guruji yang menunjukkan pencarian jatidiri yang senantiasa rentan dengan perubahan, bahkan perubahan yang bisa dijelaskan sekalipun. Layang-layang yang mengarah kepada pencarian cinta, bagai layang-layang yang bebas tapi terikat, tidak lepas meski merasa lepas.
Dalam beberapa puisinya pun, Dee menuliskan pengalaman pribadinya yang ‘sehari-hari’. Kaya akan perenungan dalam sebuah alur hidup biasa.
Perenungan hidup, menurutku itu adalah kekuatan tulisan Dee, adalah sesuatu yang lepas tapi terikat. Sebuah tension, tegangan yang tidak pernah berakhir. Penuh resiko, penuh dengan semangat. Hidup itu bisa. Hidup memang tampak biasa, dan memang biasa. Tapi dalam hal yang biasa itu ada hal yang bisa didalami. Hal yang menarik ketika diteliti, seperti fungi (nantinya akan dikupas dalam Supernova: Partikel), Madre, kebetulan, pribadi, cinta, persahabatan…diulas dengan jujur dan apa adanya. Tanpa pengaruh agama (adakah? Mungkinkah ini bentuk kepercayaan, karena menurut beberapa ahli ternyata tidak ada hal yang kita lakukan terlepas dari ‘believe’. Seperti diakui Dee, inilah New Age?!) yang mengikat dan tampak menakutkan, Dee mengisahkan pencarian dalam samudra kehidupan yang luas dan kaya.
Tentunya, tema-tema ini menarik. Hanya saja dalam sebuah tegangan diri, sebagai pembaca, kadang diri ini perlu diperkaya dengan bentuk-bentuk yang lain. Tidak hanya satu model, tapi diperkaya dengan model lain. Sebuah tegangan antara tertarik pada tulisan Dee sekaligus bosan. Tapi bukankah itu hidup? Sebuah pencarian yang tidak berakhir … yang terbuka pada segala kemungkinan. Mari berlayar!!
Terkadang, tulisanmu tidak memberikan jawaban, tapi malah membuat pertanyaan baru.. dan membuatku merenung.. dalam.. jero banget.. :p
BalasHapusaku selalu menganggap bahwa setiap pengarang merupakan "tuhan" dan karyanya adalah "dunia" yang "tuhan" ciptakan. Sebagai "tuhan",menurutku Dee lebih suka meREINKARNASI daripada mengEVOLUSI makhluk-makhluk yang ada di "dunia" yang dia ciptakan.
BalasHapusMenurutku, makhluk yang paling sering diREINKARNASI oleh Dee adalah yang disebut Pak Pal sebagai PENCARIAN. Makhluk ini bereinkarnasi dengan berbagai rupa mulai dari kehidupan RUBEN(dunia Supernova 1) , Bodhi (dunia Supernova 2), Elektra (dunia Supernova 3), sampai Tansen (dunia Madre).
Makhluk lain yang sering direinkarnasi adalah KEBETULAN (yang disengaja(oleh "tuhan" tentu saja(dengan kata lain: takdir))), seperti yang sering terjadi pada Kugy dan Keenan (dunia Perahu Kertas). Makhluk ini juga muncul waktu Che secara "tidak sengaja" bertemu dengan Starla di gedung bioskop kosong (dunia Madre, negara Menunggu Layang-layang).Makhluk ini seolah-olah selalu menjadi dewa penolong bagi Sang PENCARIAN ketika menuntaskan pekerjaannya.
Terlalu banyak reinkarnasi. Bukannya tidak suka. Aku selalu suka karya Dee. Bukankah PENCARIAN dan KEBETULAN selalu ada di "dunia" mana pun tidak peduli siapa "tuhan"nya?
Aku cuma seorang penggemar tak tau diri yang pingin ada EVOLUSI tanpa harus mengiamatkan "dunia".
Super, mas Dony :)
HapusRevolusi selalu membuat kita menyadari bahwa hidup ini bukan karya kita. Ada banyak hal KEBETULAN di dunia ini yang mempengaruhi, atau malah mungkin disebut PALING MEMPENGARUHI :)
Siapa tahu hidup manusia? Emang jangan sampai fatalis, tapi siapa kita yang mampu menguasai PERUBAHAN Evolusi menjadi REVOLUSI :)
Jangan dikiamatkan, diubah saja dunianya...diwarnai, dibuat ceria, digambari :D