Kamis, 07 Februari 2013

Hand Out kelas XI


HAND  OUT KELAS XI
Nilai dan Norma
Nilai adalah perasaan tentang apa yang diinginkan dan tidak diinginkan (dalam batin) yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. Nilai adalah ukuran yang digunakan untuk menilai baik buruknya sebuah tindakan dalam kehidupan
Norma adalah kesepakatan bersama di dalam masyarakat atau kelompok; sebuah petunjuk berisi larangan atau aturan sehingga anggota  masyarakat bertingkah sesuai norma yang berlaku
Di dalam norma terkandung nilai

Nilai yang saat ini muncul :
1. Persamaan
2. Kerjasama dan pengakuan kelebihan masing-masing (kebebasan meng-upload)
3. Efisiensi dan efektivitas
4. Kebebasan dan kemudahan mengakses sesuatu

Nilai Kristiani
Perbedaan Nilai orang Kristen dan non Kristen terletak pada sebab nilai dan bagaimana nilai tersebut diterapkan. Secara umum nilai yang dimiliki adalah sama, contoh: nilai kebaikan, nilai kebersamaan, pengorbanan dan lain sebagainya.
Perbedaannya seharusnya terletak pada:
1. Penyebab: Orang Kristen percaya bahwa nilai-nilai tersebut dianut karena orang Kristen sudah diselamatkan oleh Yesus (bukan supaya diselamatkan). Jadi nilai kekristenan muncul sebagai dampak dari keselamatan yang sudah diterima
2. Bagaimana melakukan: Orang Kristen telah mendapatkan keselamatan, oleh sebab itu seharusnya orang Kristen melakukan nilai-nilai dengan lebih tulus dari hati. Jika orang percaya tidak mendapatkan balasan kebaikan pun, orang percaya tetap harus melakukan nilai Kristen karena sudah mendapatkan keselamatan!


BERCERMIN DIRI
1. Tidak ada manusia yang sempurna. Justru dalam kelemahan manusia, kuasa Tuhan bertambah nyata (II Kor 12:9)
2. Manusia harus bisa mengubah  kelemahan yang dapat diperbaiki, menerima (berdamai) dengan kelemahan yang tidak dapat diperbaiki dan membedakan kedua kelemahan tersebut
3. Manusia memiliki kelebihan yang dimiliki tiap pribadi
4. Allah memiliki rencana untuk kebaikan diri dan ciptaan lain (Efesus 2:8-10)
Bercermin diri: baca tokoh Alkitab yang ada di kitab Hakim-Hakim (lihat sisi: kelebihan, kelemahan, dan karya Allah atas mereka) : Ehud, Debora Barak, Gideon,Yefta dan Simson


GAYA HIDUP MODERN
Beberapa gaya hidup modern yang muncul dan berkembang:
1. Materialisme
Gaya hidup menilai dan menghitung dari sisi yang terlihat secara materi. Gaya hidup ini menllai berdasarkan apa yang dapat diprediksi dan dapat diukur menurut pemikiran yang logis. Contoh gaya hidup ini:
a. Memandang ‘kesuksesan’ dari apa yang tampak (dapat dilihat dengan jelas)
b. Memprediksi sebuah kejadian berdasarkan pengamatan yang dapat diukur, misalnya: kalau menikah dengan orang miskin pasti akan menjadi miskin
Gaya hidup ini ada benarnya, hanya saja terlalu menekankan materialism akan meniadakan spiritualisme dan iman. Misal: sebenarnya manusia dan nasibnya tidak bisa diukur dengan cara materialism belaka, karena ada factor Tuhan dan factor semangat dalam diri manusia itu sendiri
2. Hedonisme
Hedonisme berasal dari kata ‘hedone’ yang berarti mengejar kesenangan. Tokoh yang terkenal memperoklamasikan gaya hidup ini adalah Epikuros, dengan semboyannya “carilah kesenangan sebanyak mungkin dan hindarilah penderitaan sejauh mungkin”
Setiap manusia memang memiliki naluri untuk mencari kesenangan. Namun kesenangan (hedonism) dapat dibagi menjadi:
a. Hedonisme sempit: mencari kesenangan saat ini
Contoh: saatnya belajar malah  main game
b. Hedonisme luas: mencari kesenangan untuk masa yang akan datang
Contoh: memilih untuk belajar demi meraih kesenangan memperoleh hasil yang lebih baik
Hedonisme luas lebih dapat diterima daripada hedonism sempit karena efek kesenangan yang diperoleh hedonism luas akan jauh lebih lama. Meskipun demikian, hedonism melupakan satu hal, yaitu bahwa prinsip kesenangan dapat meniadakan ‘keutamaan dan pengorbanan’. Terkadang orang harus memilih berkorban dan memilih prinsip yang lebih utama dari kesenangan, meskipun berakhir dengan penderitaan atau kematian sekalipun. Seorang pejuang perang mungkin tidak memikirkan kesenangan dalam pertempuran, meskipun pada akhirnya dia harus mati bahkan tidak diingat sama sekali. Sadrach, Mesach dan Abednego memberi contoh yang baik ketika dihadapkan dengan hukuman perapian yang menyala-nyala (Daniel 3:16-18)
3. Individualisme
Individualisme adalah sikap memikirkan diri sendiri. Sikap ini dimiliki setiap orang, sekaligus merupakan kecenderungan semua orang. Hanya saja, sikap ini seharusnya dibarengi dengan sikap mementingkan kepentingan orang lain juga.
4. Konsumerisme
Gaya hidup ini meledak dengan tersedianya banyak barang di pasaran. Dunia mangajak manusia untuk memiliki sifat ini. Dalam banyak hal, benda dibeli bukan untuk kegunaan fungsional utama, namun seringkali hanyalah menjadi sebuah ajang prestise dan pemuasan diri. Contoh: pembelian HP jenis terbaru seringkali menjadi ajang gengsi daripada fungsi utama HP itu sendiri.

PRINSIP PEMILIHAN KEPUTUSAN ETIS SEBAGAI PELAJAR KRISTEN
1. Mensyukuri keselamatan yang adalah Anugrah Allah dan hidup berdasar anugerah tersebut
2. Bertanggung jawab pada kebebasan
Beberapa prinsip memilih sebuah keputusan etis:
a. Pilih yang paling sesuai dengan Firman Tuhan
b. Pilih yang berdampak buruk paling kecil dan berdampak baik paling besar
c. Sedapat mungkin hindari 2 ekstrim: Legalisme maupun Situasional
Legalisme: ajaran yang mengajarkan untuk mengikuti aturan belaka tanpa bertanya makna/arti sesungguhnya (kata yang muncul adalah ‘pokoknya begitu’)
Situasional: ajaran yang mengajarkan untuk tidak mengikuti aturan manapun, semua terserah pada manusianya dan situasi yang saat itu muncul
d. Kaidah Kencana
Kaidah kencana adalah sikap meletakkan posisi diri seandainya menjadi orang lain (misalnya: ketika ayah melarang anak remajanya pulang malam, maka anak remaja tersebut harus mencoba berpikir seandainya mereka kelak menjadi ayah dan memiliki anak remaja akankah mereka memperbolehkan anak remajanya pulang malam?!)
3. Melatih Hati Nurani
a. Manusia adalah mahluk yang diberi hati nurani oleh Allah, dibentuk melalui pembiasaan sejak kecil (saat sejak kecil kita diberitahu untuk tidak mencuri, ketika kita akan mencuri maka dalam hati kita ada yang menegur. Itulah hati nurani)
b. Hati nurani manusia jatuh dalam dosa
c. Sebab itu, hati nurani perlu dibimbing dalam terang Firman Tuhan.Biasakan membaca Firman Tuhan, maka hati nurani kita akan menjadi semakin peka


SIKAP KEKRISTENAN TERHADAP KEBUDAYAAN
Terdapat beberapa prinsip sikap Kristen terhadap budaya:
1. Budaya adalah hasil dari keunikan manusia, dan itu menunjukkan peradaban manusia (demi kemuliaan Allah)
2. Budaya telah jatuh dalam dosa (karena manusia jatuh dalam dosa)
3. Budaya perlu dikuduskan dalam darah Kristus dan dipakai manusia memuliakan nama Allah
Ada 5 sikap Kekristenan terhadap kebudayaan:
1. Dualistis : sikap memisahkan iman dari kebudayaan. Dua hal ini tidak bisa didiskusikan. Sehingga orang bisa saja ke gereja, tetapi tetap melakukan kebudayaan memegang jimat untuk penglaris dagangannya, karena iman dan budaya tidak akan bertemu
2. Antagonis: sikap menekankan pertentangan antara iman dan budaya, dan orang Kristen harus memilih iman dan mengalahkan budaya (karena budaya jatuh dalam dosa). Misal: penolakan penggunaan gamelan bagi orang Kristen karena gamelan identik dengan pemujaan berhala. Maka orang Kristen dilarang memakai gamelan
3. Akomodatif: sikap menyesuaikan diri/menyatu dengan budaya. Seringkali sikap ini ‘merugikan’ iman Kristen. Misal: penerimaan tarian barongsai (beserta ritual di dalamnya) untuk acara peresmian sebuah gereja beretnis cina
4. Dominasi :sikap ini berusaha menyucikan budaya melalui gereja. Kebudayaan yang berdosa akan menjadi benar jika dipakai untuk gereja. Contoh: music rock yang dianggap kacau, akan benar jika dipakai memuji Tuhan. Jadi selama isinya untuk Tuhan, di gereja, maka budaya itu menjadi aman dipakai
5. Transformasi: sikap ini menyadari bahwa manusia dan budaya jatuh dalam dosa, namun budaya tersebut perlu dipilih dan dipilah. Yang mengandung hal negative dibuang dan diisi dengan hal yang baik. Misalnya: pemakaian tarian barongsai di gereja dalam perayaan imlek tapi ritualnya ditiadakan (tidak memakai sesaji, sebelum pentas berdoa kepada Allah bersama semua pelayan Tuhan)
Secara umum sikap yang paling tepat adalah transformasi, tetapi dalam beberapa kondisi ternyata sikap lain masih dapat ditemukan dalam komunitas orang percaya

KEKRISTENAN DAN IPTEK
1. Allah adalah sumber pengetahuan (Yak 1:5-6, Amsal 1:7)
2. Ilmu adalah sebuah upaya memahami dan mengatur kehidupan demi kemuliaan nama Tuhan (Allah memberikan mandat budaya ketika menciptakan manusia: mandat untuk mengatur bumi-Kejadian 1:28)
3. Dengan kuatnya pemikiran materialisme, ilmu pengetahuan memiliki potensi membuat manusia jauh dari Allah dan tidak mengakui Allah
4. Kedalaman ilmu (semakin belajar, semakin merasa bodoh) hendaknya semakin membuat manusia rendah hati dan mengandalkan Tuhan
5. Batasan penelitian ilmu (misalnya: cloning apakah diperbolehkan,dll) adalah: pemuliaan Allah dan pemuliaan ciptaan. (apakah penelitian ini akan semakin memuliakan Allah dan menambah baik ciptaan yang ada, atau semakin merusaknya). Ini adalah tanggung jawab moral setiap ilmuwan Kristen!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar